Bisnis Waffle, Peluang Usaha Camilan Sehat Untung Besar


Mencicipi waffle di sore hari sambil menyeruput segelas minuman hangat atau dingin, memang bukan hal lumrah di negeri ini. Kebiasaan seperti itu biasa ditemui di Eropa Barat atau Belgia, negara asal camilan manis ini. (foto: laist)

Mencicipi waffle di sore hari sambil menyeruput segelas minuman hangat atau dingin, memang bukan hal lumrah di negeri ini. Kebiasaan seperti itu biasa ditemui di Eropa Barat atau Belgia, negara asal camilan manis ini. (foto: laist)
(foto: Google)

(foto: Google)
(foto: suretalent-books)

(foto: suretalent-books)

* Sebelumnya
* 1 of 3
* Berikutnya

Mencicipi waffle di sore hari sambil menyeruput segelas minuman hangat atau dingin, memang bukan hal lumrah di negeri ini. Kebiasaan seperti itu biasa ditemui di Eropa Barat atau Belgia, negara asal camilan manis ini.

Kendati merupakan jajanan khas negeri seberang, hal ini tidak mengurungkan niat sejumlah pelaku usaha di Indonesia terjun ke bisnis waffle. Salah satunya Ferry Kurnia, di Bandung, Jawa Barat.

Melalui bendera usaha CV Tiga Bintang Sejati, Ferry memproduksi sekaligus menjual waffle dengan merek dagang Indowaffle. “Di sini belum banyak pemainnya,” kata Adi Pratama, Staf Marketing dan Kemitraan Indowaffle, sembari menjelaskan alasannya terjun ke bisnis ini.

Demi menarik minat pembeli, Indowaffle membanderol waffle dengan harga yang terjangkau. Untuk waffle seukuran bungkus rokok, harganya berkisar Rp 2.000-Rp 5.000.

Dengan harga segitu, pelanggan bisa memilih satu dari 12 rasa waffle yang disediakan. Di antaranya, stroberi, blueberry, cokelat, vanila, lemon, dan jeruk. Untuk menambah rasa lezat, pelanggan bisa membubuhi aneka topping sesuai selera.

Harga yang terjangkau dan beragam variasi rasa membuat Indowaffle mudah diterima pasar. Guna memperluas jaringan pemasaran, sejak Maret 2010 Indowaffle menawarkan paket kemitraan (business opportunity) kepada masyarakat yang berminat.

Tawaran kerjasama usaha ini mendapat sambutan bagus dari pasar. Saat ini gerai mitra Indowaffle telah mencapai 27 unit yang tersebar di sejumlah daerah. Antara lain, di Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Lampung dan Pekanbaru.

Adi mengklaim, jumlah gerai itu merupakan perhitungan lama alias belum diperbaharui. “Sekarang kemungkinan hampir 50 gerai,” katanya.

Saat ini, Indowaffle hanya menjadi pemasok resep dan bahan baku kepada mitra bisnisnya. Untuk bahan berupa tepung waffle, Indowaffle memasok sekitar 1 ton per bulan. “Omzet dari penjualan tepung saja bisa mencapai Rp 40 juta per bulan,” imbuh Adi.

Biaya pemakaian merek
Indowaffle menawarkan tiga paket kerjasama. Pertama, Paket Gerobak Statis dengan investasi awal Rp 7 juta. Kedua, Paket Gerobak Becak Rp 9 juta. Ketiga, Paket Display senilai Rp 13,5 juta. Setiap paket tersebut dibedakan dari peralatan yang didapat oleh pihak mitra.

Namun, setiap paket tetap dibebankan pungutan biaya pemakaian merek Indowaffle sebesar 15% per tahun. Biaya itu diambil dari total investasi awal yang dipilih. Contohnya, jika mengambil Paket Gerobak, mitra wajib membayar 15% dari Rp 7 juta atau Rp 1,05 juta per tahun.

Selain menawarkan paket kemitraan, Indowaffle memberikan tawaran berupa pembukaan cabang Indowaffle, atau yang disebut Master Mitra. Total investasi Master Mitra mencapai Rp 75 juta.

Pemilik cabang akan mendapatkan berbagai keistimewaan. Di antaranya, menguasai satu wilayah kota, mendapat cuilan komisi 15% tiap kali menjaring mitra, dan mendapat diskon harga 20% atas penjualan bahan baku dari pusat.

Lutfi Ibrahim, salah seorang master atau pemilik cabang Indowaffle di Jakarta Selatan, yang bergabung sejak tiga bulan lalu telah berhasil menjaring 10 mitra. Dia sendiri mengoperasikan lima gerobak waffle.

Omzetnya dari bisnis ini berkisar Rp 20 juta- Rp 25 juta per bulan. “Margin sekitar 35%,” kata Lutfi.

CV Tiga Bintang Sejati
Taman Holis Indah F3 No. 4 Bandung
Telp. 022-6070481

SIMULASI KEMITRAAN USAHA INDOWAFFLE

Paket Gerobak Becak di Jakarta

Investasi Awal
Gerai (booth) dan peralatan Rp 9.000.000
Total Investasi Awal Rp 9.000.000
Total Modal Awal Rp 9.000.000
Pendapatan harian (150 x Rp 2.000) Rp 300.000
Total pendapatan bulanan (30 hari) Rp 9.000.000
Pengeluaran per bulan
– Bahan baku (45%) Rp 4.050.000
– Gaji 1 karyawan Rp 1.500.000
– Uang kebersihan Rp 50.000
– Pemakaian merek Rp 112.500
Total pengeluaran bulanan Rp 5.712.500

Laba bersih per bulan Rp 3.287.500
Balik Modal Rp 9 Juta Rp 3,29=2,7 bulan =sekitar 3 bulan

Anak-anak adalah investasi masa depan yang berharga, karena keberhasilan suatu bangsa ada di tangan mereka. Namun gizi yang cukup diperlukan oleh seluruh anak terutama di masa-masa pertumbuhannya. Masalah kekurangan gizi mayoritas menimpa anak-anak di pedalaman, namun bukan berarti anak di perkotaan bebas dari masalah gizi. Hal ini disebabkan karena pola makan yang tidak benar, kesukaan anak pada makanan yang cenderung kurang sehat, dan kurangnya pengetahuan orang-tua mengenai cara memenuhi nutrisi anak.

“Bila sampai lima tahun anak kekurangan glzi.f maka perkembangan otaknya tidak baik. Sehingga berpengaruh pada IQ. Zat-zat gizi, dan camilan itu selalu dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. ujar Emilia E Achmadi, ahli gizi pada acara talk show dan peluncuran establishment Tango Wafer Factory di KldZanla. Pacific Place. Jakarta. Menurut Emilia setiap tiga jam anak di bawah lima tahun harus diberi makanan tambahan yang mudah dicerna dan diserap tubuh.

Pengetahuan seperti memiliki karakter yang cepat bosan, termasuk dalam hal makanan. Untuk menyiasatinya ibu dapat menyajikan makanan dengan resep-resep unik sehingga anak tidak lagi jajan sembarangan”. Menurut dia, kreativitas ibu juga bisa dilakukan dengan bahan makanan apa saja, termasuk camilan. Melalui kreativitas yang dibuat oleh ibunya, akan menguatkan bonding antara ibu dan anak. Mereka merasa buatan Ibu di rumah lebih menarik dari yang mereka temukan di tempat jajanan.

Sementara Itu. Yuna Eka Kristina. Publik Relations OT. mengatakan. “Dibukanya establishment Tango Wafer Factory di KidZanla merupakan bentuk nyata dari edukasi yang dilakukan Tango. Di tempat ini, anak-anak bisa mengenal bahan-bahan berkualitas dan bergizi yang ada di balik kelezatan Tango. Mereka akan membuat sendiri wafer mereka dan membawa pulang hasil kerjanya. Diharapkan untuk selanjutnya ini kurang dimiliki orangtua. Kebanyakan orangtua berpikir dengan makan nasi sehari tiga kali saja sudah cukup.

“Ada satu yang penting yang perlu diperhatikan orangtua bagaimana memilih camilan yang sehat. Kategori camilan yang sehat terutama adalah fresh dan natural, artinya camilan tersebut harus memiliki kandungan protein yang tinggi, menggunakan gula asli dan minim pewarna makanan.” ungkapnya. Sementara itu Rina Poerwadi./ounder Mom Can Cook, mengatakan. “Anak mereka dapat mengerti kategori camilan sehat yang seharusnya mereka konsumsi.” ujarnya.

Yuna menambahkan. “Pengetahuan anak-anak terhadap kategori snack yang sehat ini akan mengurangi keinginan mereka untuk menyantap makanan ringan yang tidak sehat dan membahayakan kesehatan”. Ari Kartika. Head of Marketing Communication KidZanla Jakarta, mengatakan. “Melalui establishment yang berkapasitas sebanyak delapan orang ini. peserta akan membuat sendiri wafer dan waflle selama 25 menit, mulai dari menimbang secara akurat bahan baku untuk dicampur menjadi sebuah adonan dan dipanggang dengan suhu yang tepat sehingga menghasilkan wafer dan waffle yang renyah”.

“Wafer dan waffle tersebut kemudian dioles dengan berbagai krim kesukaan anak-anak, dan terakhir dikemas dengan menarik untuk dibawa pulang oleh anak-anak.” tambah Ari. (fn/kn/bv) http://www.suaramedia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s