Tentara dan Polisi Rawan Tertular HIV/AIDS


Sejumlah polisi membubarkan demo yang dilakukan oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Jayapura, Papua, Senin (22/3). Aksi terpaksa dibubarkan karena sebagian pengunjukrasa diketahui membawa senjata tajam. ANTARA/Anang Budiono

TEMPO Interaktif, Jakarta – Sekretaris Jenderal Komisi Penanggulangan AIDS Nafsiah Mboi mengatakan tentara dan polisi termasuk profesi yang berisiko tinggi tertular HIV dan AIDS. Penyebabnya, antara lain, mereka sering berpisah dengan istri dalam waktu yang lama. “Sehingga perlu kekuatan iman yang lebih besar untuk bertahan,” kata Nafsiah melalui telepon kemarin.

Jumat lalu, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengungkapkan bahwa 144 anggota TNI yang bertugas di Papua positif mengidap HIV/AIDS. “Empat di antaranya sudah meninggal,” kata Djoko seusai acara serah-terima tunjangan khusus bagi prajurit TNI itu di Kementerian Pertahanan.

Nafsiah memperkirakan jumlah anggota TNI yang tertular HIV/AIDS bisa lebih besar, karena TNI tak mempublikasikan data serupa di provinsi lain. “Di tempat lain mungkin lebih besar, kita tidak tahu,” ujar dia.

Secara nasional, Papua menjadi provinsi dengan jumlah penyandang HIV/AIDS keempat terbanyak. Di atasnya berturut-turut Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, dan DKI Jakarta.

Data dari Komando Daerah Militer Cenderawasih itu, menurut Nafsiah, merupakan angka kumulatif sejak 2002. “Kita tidak tahu mereka tertular di mana,” Jadi, kata Nafsiah, tidak benar bila Papua disebut tempat paling rawan dalam penularan HIV/AIDS.

Untuk mengatasi penularan HIV/AIDS di kalangan prajurit, TNI telah menyusun strategi lima tahunan, mencakup tindakan pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi. Untuk menjalankan strategi itu, menurut Djoko, TNI telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Kementerian Kesehatan.

Saat ini ada 11 rumah sakit TNI yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi prajurit, seperti RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Dua di antara 11 rumah sakit ini berada di Papua. Djoko meyakini pengidap HIV masih bisa ditolong, “Asal langsung ditangani.”

Menurut Komisi Penanggulangan AIDS, profesi lain yang juga berisiko tinggi tertular HIV/AIDS adalah pelaut serta pekerja pertambangan dan kehutanan. Kebiasaan dan perilaku seks tidak aman, misalnya berganti pasangan tanpa memakai kondom, menjadi salah satu media penularan HIV/AIDS di kalangan orang berprofesi seperti ini.

BUNGA MANGGIASIH | ADISTI DINI INDRESWARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s