Reuters/Luke MacGregor/vg
HELSINKI–MI: Sekelompok penyelam yang meneliti puing kapal di Laut Baltik telah menemukan beberapa botol yang berisi apa yang diduga sebagai champagne paling tua yang dapat diminum di dunia, dari penghujung Abad 18.

“Aku mengambil satu botol champagne agar kami dapat mengetahui usia rongsokan kapal itu, sebab kami tak menemukan nama atau perincian apa pun yang dapat memberi tahu kami nama kapal tersebut,” kata penyelam Christian Esktrom dari Aland kepada Reuters, Sabtu (17/7).

Ekstrom dan rekan penyelamnya dari Swedia membuka botol itu dan mencicipi isinya. “Rasanya enak sekali, rasanya sangat manis, ada rasa pohon kayu ek dan aroma tembakau yang sangat keras. Dan ada gelembung-gelembung kecil,” katanya.

Banyak ahli mengatakan bentuk botol tersebut memperlihatkan botol itu berasal dari akhir Abad 18, dan botol tersebut, serta isinya telah dikirim ke para ahli champagne di Prancis untuk dianalisis.

“Kami 98 persen yakin bahwa itu adalah champagne Veuve Clicquot dan itu barangkali (dibuat) antara 1772 (tahun perusahaan itu didirikan) dan 1785,” kata Ekstrom. Ia menambahkan bahwa kapal barang tersebut mungkin sedang melakukan pelayaran ke St. Petersburg, lalu ke ibukota Rusia, Moskow.

Ia mengatakan bahwa mereka telah menemukan anggur pada penyelaman pertama mereka dan belum mengetahui berapa botol yang ada di kapal itu atau apa barang lain yang dibawanya.

Merek champagne paling tua di dunia saat ini dipegang oleh Perrier-Jouet –yang memiliki dua botol Champagne dari 1825. Richard Juhlin, ahli champagne dari Swedia, mengatakan kepada surat kabar Alandstidningen, ia percaya champagne itu adalah Veuve Clicquot.

Ia juga menyatakan kalau champagne tersebut berasal dari Abad 18, maka champagne itu berharga sekitar 500.000 crown Swedia (68.000 dolar AS) per botol.(Ant/X-11)

Iklan