Yang Unik di Piala Dunia 1970


0
//www.cbc.ca/sports gambar diunduh di http://www.cbc.ca/sports

Jumat dini hari lewat pukul satu. Tepatnya tanggal Sembilan april dua ribu sepuluh aku masih terjaga dan senyam senyum seorang diri. Kadang malah tertawa ngakak. Dihadapanku terpampang televisi yang menyiarkan pertandingan final sepak bola tahun 1970 di salah satu stasiun televisi swasta.

Saat itu tim yang terlibat saling ‘membunuh’ di final  adalah Brasil vs Italia. Dua Negara yang memiliki atmosfir sepak bola yang tinggi.

Sebenarnya saya cuma ingin berbagi cerita tentang pertandingan in memoriam yang sudah terjadi 40 tahun yang lalu. Alasannya. Ada beberapa hal unik dan menarik yang barangkali layak untuk dibagikan kepada kompasianer, khususnya yang punya minat terhadap informasi apapun tentang sepak bola.

Diantaranya yaitu:

  1. Meksiko merupakan tuan rumah dalam penyelenggaraan Piala Dunia FIFA untuk yang ke-9 dan berlangsung di stadion Azteca, Meksiko
  2. Pertandingan ini menjadi pertandingan pertama piala dunia yang diselenggarakan di Amerika Utara. Sebelumnya turnamen ini hanya diselenggarakan di Amerika Selatan dan Eropa
  3. Pertandingan diakhiri dengan skor 4 – 1 untuk kemenangan Brasil
  4. Final ini menjadikan Brazil sebagai Negara yang tiga kali memenangi piala dunia sehingga mereka berhak memiliki piala Jules Rimet untuk selamanya. Mereka memenanginya pada tahun 1958, 1962 dan 1970.
  5. Di tahun inilah mulai dibolehkan adanya pergantian pemain. Setiap tim hanya diperbolehkan mengganti pemain sebanyak dua kali.
  6. Uni Soviet menjadi tim pertama yang mengganti pemain saat berhadapan dengan Meksiko pada pertandingan pembuka
  7. Dalam pertandingan final itu, saya melihat uniknya cara penggantian pemain. Saat itu belum ada papan elektronik yang menayangkan nomor pemain pengganti dan nomor pemain yang diganti seperti sekarang yang diangkat ke atas lalu diputar ke kiri dan kekanan oleh wasit ke-4 (ya iya lah, jadul gitu…). Pemain yang cedera langsung keluar lalu masuk pemain pengganti dengan membawa semacam kertas yang diserahkan ke wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Wasit memperhatikan sejenak isi kertas lalu mengantonginya. Bayangin, kalau saja ada empat kali pergantian pemain dalam pertandingan tersebut. Bakal buncit tuh kantong wasit.
  8. Pada piala dunia ini pula mulai diberlakukannya aturan kartu kuning dan kartu merah untuk peringatan dan pengusiran
  9. Ada 33 kartu kuning yang dikeluarkan hingga berakhirnya turnamen dan tidak ada satu pun kartu merah yang keluar selama turnamen
  10. Dalam pertandingan final ini, hanya dua kartu kuning yang dikeluarkan wasit, masing-masing untuk Rivelino (Brazil) dan Tarcisio (Italia)
  11. Di final ini barangkali aturan belum begitu ketat diterapkan. Karena ketika saya menyaksikan pertandingan ini. Banyak sekali pelanggaran-pelanggaran berbahaya yang dilakukan antar pemain. Tekelan keras dan dorongan dari depan dengan sengaja karena emosi tidak menghasilkan tendangan bebas. Malah wasit terkesan membiarkan saja.
  12. Saat itu, kiper masih diperbolehkan menangkap bola dari operan kaki rekannya. Beda dengan saat ini yang menganggap hal itu sebagai pelanggaran yang dilakukan kiper.
  13. Pada gol kelima yang dihasilkan pemain Brazil, Carlos Alberto, ia langsung merayakannya ke luar garis permainan bersama rekan dan penonton. Aksi tersebut menjadi santapan paparazzi dengan bentuk kamera yang lucu-lucu. Yang lebih lucu lagi (menurut aku loh), ketika Carlos Alberto kembali ke dalam lapangan (masih merayakan golnya), beberapa paparazzi mengikutinya sampai ke dalam lapangan. Kok dibolehkan ya?
  14. Ini yang bikin saya ngakak guling-guling. Saat Pele dijatuhkan salah satu pemain Italia. Salah satu tim kesehatan langsung masuk ke lapangan sambil bawa ember besar. Sontak Om wasit terpukau alias terkejut lalu mengusirnya keluar. (Kamu mau ngobatin atau mau mandiin dia, haaa??? Begitu kira-kira pertanyaannya). Ngaco deh.
  15. Menjelang injury time babak ke-2, bola yang ditendang pemain Italia ke arah gawang Brazil melayang jauh ke areal penonton. Bola sempat dioper kesana kemari. Setelah itu raib, bola tidak kembali lagi ke lapangan. Mungkin mereka sembunyikan. Terpaksa sang wasit menggambarkan lingkaran dengan kedua tangannya ke arah pihak official. Meminta bola pengganti. Insiden ini cukup lama juga memakan waktu.
  16. Seragam kesebelasan pada waktu itu masih aneh. Terlalu pendek dan longgar.
  17. Pertandingan usai. Para pemain Brazil merayakan kemenangannya. Pele bak seorang pahlawan. Ia digendong rekannya beramai-ramai, namun sudah tanpa busana atas. Para penonton pun tumpah ruah ke lapangan. Memeluk dan menggotong pemain kemana-mana. Topi sombrero pun menghiasi lapangan.

Begitulah kondisi final Piala Dunia 1970 yang menyimpan kenangan dan sejarahnya sendiri. Tentu saja sejarah itu jadi unik karena dibandingkan dengan kondisi sekarang yang aturan sepak bolanya sudah mengalami perkembangan pesat.

Dan… saya sudah tidak sabar menyaksikan pertandingan piala dunia 2010. Kira-kira tim mana yang bakal ke final ya. Apakah ada sejarah unik yang diciptakan. Kita tunggu saja
Tags:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s